Hal ini hanyalah salah satu dari berbagai teknologi terdepan yang dipamerkan pada Paralympic tahun ini, mulai dari sarung tangan yang mampu meningkatkan teknik dengan menggunakan masukan getaran dari bentuk dan postur tubuh, hingga kerangka seperti “Iron Man” yang mampu memberikan kekuatan tambahan.
Pada Paralympic berikutnya, kita akan dapat melihat atlet lari tuna netra yang akan mengambil bagian dalam pertandingan berkat headset yang dapat mengamati rintangan serta memberikan instruksi kanan dan kiri, dan mungkin generasi baru “blade runners”, yang dapat menggunakan kecanggihan teknologi untuk mendorong kemampuan mereka lebih jauh.
Teknologi ini telah banyak dimanfaatkan pada Paralympic 2012, seperti carbon “blade runners” yang mungkin adalah contoh paling jelas yang dapat dilihat dari pemanfaatan teknologi. Serat karbon yang digunakan oleh atlet difable pada kaki, seperti yang digunakan oleh Oscar Pistorius, saat ini mampu mengembalikan energi sebesar 92 persen dibandingkan dengan 95 persen pada tendon alami manusia.
Hubungan antara tubuh dan anggota badan buatan juga telah ditingkatkan, penghubung menggunakan silikon liners untuk mencegah panas dan ketidaknyamanan, sementara katup hisap digunakan untuk menyediakan koneksi antara kulit dan prostetik.
Kemajuan teknologi yang dibuat untuk Paralympic tetap terbatas pada peraturan olahraga. International Paralympic Committee (IPC) telah menetapkan pedoman bahwa produsen dari semua peralatan yang digunakan selama Paralympic London 2012 harus mempertimbangkan biaya dan skala besar ketersediaan produk mereka, untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi mereka tidak hanya terbatas pada kalangan elit.
Kursi roda yang digunakan oleh David
Weir dari Inggris, peraih medali emas balap kursi roda menggunakan
teknologi yang digunakan pada Formula One.
Saat ini exo skeletons hanya dapat digunakan berjalan secara perlahan-lahan dan masih berbiaya mahal. Exo Skeletons di masa depan mungkin dapat membantu Paralympians mencapai rekor baru, dan perusahaan pertahanan seperti Lockheed Martin dan Raytheon telah menyatakan minatnya dalam teknologi ini yang akan digunakan di medan perang.

Post a Comment